Terus Melangkah Demi Pemajuan Aksara Tradisional.

Aksara Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Upaya mengenalkan peradaban literasi tradisional (aksara) harus berkelanjutan (sustainable). Tidak boleh berhenti, meski masih ada aral lintang dan kerikil tajam.

Berangkat dari lingkup kota Surabaya, saatnya melangkah dan memperlebar jangkauan dan wilayah (coverage area). Jawa Timur. Apakah mimpi? Memang harus mimpi karena mimpi menjadi panduan dalam berkemajuan.

Mimpi dapat berperan penting sebagai panduan hidup atau motivasi untuk mencapai tujuan. Mimpi dapat menjadi sumber inspirasi yang mendorong seseorang untuk bertindak dan bekerja keras mewujudkan impian tersebut, meskipun prosesnya mungkin tidak mudah. Dengan memiliki mimpi yang jelas, seseorang bisa selangkah lebih maju dalam meraih tujuan.

 

Menuju Provinsi

Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur. Foto: ist

Pada Kamis siang (4/12/25), tim Puri Aksara Rajapatni berkunjung ke Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur (Setwan DPRD Jatim). Tim, yang terdiri dari Ketua Puri Aksara Rajapatni Nanang Purwono dan sekretaris Novita, ditemui Syamsir Aulia Rahman, Kabag Persidangan dan Perundang-undangan (PPUU) dan Areza

Disampaikan oleh Nanang Purwono bahwa berangkat dari konsep Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” bisa merujuk pada peran strategis Jawa Timur sebagai pintu gerbang dan penghubung utama ke calon Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan timur Indonesia. Ini tidak lepas dari kisah Jawa Timur tempo dulu melalui Kerajaan Majapahit yang mampu sebagai hub Nusantara.

Konsep “Gerbang Baru Nusantara” itu secara historis memang merujuk pada peran strategis Jawa Timur sebagai gerbang maritim utama dan pusat perdagangan, yang menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia, dan itu berakar kuat pada sejarah Kerajaan Majapahit yang pernah menjadi kemaharajaan maritim besar.

Saat ini, pemerintah Provinsi Jawa Timur aktif mengadopsi narasi ini untuk memposisikan daerah ini (Jawa Timur) sebagai penghubung utama (hub) logistik dan konektivitas modern menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan timur Indonesia, memanfaatkan infrastruktur seperti Pelabuhan Tanjung Perak dan bandara internasional.

Berlatar belakang semangat kecerdasan, kearifan lokal dan kebesaran Majapahit, Jawa Timur menyongsong masa depan Indonesia Emas tanpa harus meninggalkan keemasan negara (kerajaan).

Keemasan itu adalah kecerdasan leluhur. Bukti kecerdasan leluhur itu adalah Aksara. Ringkasnya aksara leluhur merupakan bukti kecerdasan mereka, yang dapat dilihat melalui peninggalan peninggalan tertulis seperti pada prasasti. Aksara, bersama dengan warisan lainnya, menunjukkan kreativitas dan kehebatan leluhur dalam berbagai aspek kehidupan, meskipun saat ini sering kali dianggap sebagai artefak sejarah yang terlupakan.

 

Arahan dan Petunjuk

Tim Puri Aksara Rajapatni bertemu Syamsir Aulia Rahman (dua dari kiri) dan Areza (kiri) di ruang Setwan DPRD Jatim. Foto: par

Dalam pertemuan dengan Syamsir Aulia Rahman dan rekan Areza, ada arahan arahan yang perlu ditindaklanjuti oleh Rajapatni. Diantaranya adalah beraudiensi dengan Ketua Komisi E, yang membidangi urusan Kesejahteraan Rakyat, yang mencakup pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan kesejahteraan sosial seperti pengentasan kemiskinan.

Literasi tradisional Aksara adalah urusan yang terkait dengan Kebudayaan karena aksara, sebagai sistem penulisan merupakan bagian fundamental dari warisan budaya dan identitas suatu masyarakat.

Atas arahan dari Setwan Aulia Rahman, maka surat permohonan audiensi pun dibuat dan diajukan melalui Sekretariat Dewan (4/12/25).

Diharapkan dengan melalui jalur setingkat provinsi, upaya mengenalkan kembali wujud kecerdasan leluhur dapat tercapai dengan jangkauan wilayah yang lebih luas (Jawa Timur). (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *