“Swean Cleef Aen” Legendaris di Tretes

Sejarah

Rajapatni.com: SURABAYA – Seorang kawan sekelas di bangku SMA, 43 tahun lalu, menanggapi postingan cerita Villa, yang dulu dikelola oleh keluarga Van Vloten. Seorang kawan ini bernama Bagus Suminar, ketua kelas yang suka ngeband. Juga pernah berjalan bersama dalam kelompok dari Mojokerto ke Surabaya (45 km) dalam acara peringatan Hari Pahlawan melalui kegiatan Gerak Jalan tradisional Mojokerto Surabaya. Belakangan Bagus Suminar menjadi dosen di UHW (Universitas Hayam Wuruk) Surabaya.

Melihat foto dalam artikel yang dimuat dalam artikel rajapatni.com, Bagus Suminar teringat bahwa dia pernah menginap di villa itu dan memfoto beberapa angle dari luar dan dalam secara arsitektural. Bagus pun berkabar kepada penulis tentang villa ini.

Villa Sari dari peninggalan villa di era kolonial. Foto: bagus.

Villa ini mengusung konsep rumah kayu yang nyaman, menawarkan suasana sejuk khas pegunungan dengan pemandangan alam yang asri, seringkali dengan pemandangan gunung di pagi hari.

Lokasinya terletak di kawasan Tretes, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang dikenal berhawa dingin dan dekat dengan berbagai objek wisata alam di kaki Gunung Welirang dan Arjuna. Villa ini dikelola oleh PTPN X.

 

Swean Cleef Aen

Villa “Swan Cleef Aen” yang dikelola Woningbureau Van Vloten di era Kolonial. Tretes. Foto: ist

Dahulu Villa ini bernama “Swean Cleef Aen”. Menurut keturunan keluarga Van Vloten, yang pernah memiliki dan mengelola tempat ini di bawah “Woningbureau Van Vloten”, Michiel Eduard, bahwa kata “Swean Cleef Aen” adalah bahasa Belanda lama.

Villa yang sama di masa sekarang. Foto: ist

“Swean Cleef Aen, bahasa jadul, kini tertulis “Zwaan Kleef Aan”, yang artinya: suatu situasi dimana orang orang pengikut berkumpul dan ikut jalan atau bergabung dengan grup untuk kegiatan yang sama.

Makna ini mengingatkan pada satu komunitas, yang ada di Pandaan yang dikenal dengan “Hash House Harriers” (HHH atau Hash) yang berupa komunitas lari dan jalan santai lintas alam non-kompetitif, yang berfokus pada fun, fitness, dan friendship. Biasanya diadakan mingguan, peserta (hasher) menelusuri rute pedesaan atau perbukitan yang ditandai (tepung/kertas) oleh hares.

Dari nama aslinya “Swean Cleef Aen”, dapat diduga villa ini kala itu menjadi tempat berkumpulnya orang orang Belanda saat liburan santai. Mereka menginap di villa ini dengan kegiatan bersama jalan jalan di alam bebas.

Suasana kamar yang hangat di tempat yang sejuk. Foto: bagus

Villa-villa di kawasan Tretes, memang difungsikan sebagai tempat peristirahatan keluarga Belanda, yang ingin menikmati alam bebas, berjalan-jalan, dan mencari ketenangan tempo dulu.

Lantai satu dari villa. Berkonstruksi kayu..Foto: bagus.

Banyak villa di Tretes hingga sekarang masih mempertahankan nuansa klasik kolonial, yang kala itu menargetkan wisatawan kelas atas atau warga Belanda yang tinggal di Jawa Timur pada masa lampau. Salah satunya adalah Villa “Swean Cleef Aen” yang sekarang bernama “Villa Sari” di bawah pengelolaan PTPN X.

Tangga putar konstruksi kayu. Foto: bagus.

(Pengalaman Menginap di Villa Sari). (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *