Surabaya punya Adipati, Bupati, Walikotamadya Hingga Walikota.

Sejarah

Rajapatni.com: SURABAYA – Surabaya memiliki perjalanan sejarah panjang yang patut dikenang. Sejarah Surabaya bukan milik pribadi, keluarga, kelompok atau golongan. Tapi milik bersama dari mereka yang hidup dalam satu unit administrasi kota. Generasi muda berhak mengetahui sejarah panjang itu melalui cara cara yang tentu saja akrab dengan mereka. Agar mereka tidak terputus dari sejarahnya.

Ini mengingatkan kita akan pentingnya mempertahankan hubungan masa lalu dan warisan budaya dengan generasi sekarang. Menjaga hubungan ini sangat penting untuk identitas dan pemahaman masa depan.

 

Kota Pahlawan

Kota Surabaya memang berjuluk kota Pahlawan, satu satunya kota di Indonesia dengan julukan yang membanggakan. Namun Kepahlawanan itu tidak terbatas pada moment 10 November 1945. Itu adalah kulminasi ketika bangsa Indonesia di Surabaya mempertahankan kedaulatan bangsa yang telah direbut pada 17 Agustus 1945.

Makam bupati Surabaya Adipati Kramajoyodirono di Bibis. Foto: ist

Jiwa jiwa kepahlawanan melalui upaya upaya perjuangan sudah ada jauh ke belakang mulai abad 13, 17, dan 18. Pada abad ke 20 ditandai dengan peristiwa 10 November 1945. Bahkan perjuangan ini belum selesai karena selain mempertahankan kedaulatan, semua warga negara wajib mengisi kemerdekaan. Mengisi kemerdekaan adalah perjuangan.

Karenanya momen momen penting sebelum 1945 perlu juga diapresiasi, baik momen perang maupun momen menata administrasi. Menata dan menjalankan administrasi adalah perjuangan juga.

Sekarang, anak sekolah dengan kewajiban belajar adalah perjuangan. Ibu hamil yang merawat kehamilan dengan baik adalah perjuangan. Pegawai ASN yang bekerja dengan baik adalah perjuangan. Inilah yang namanya perjuangan sepanjang jaman

 

Long Life Struggling

Perjuangan sepanjang zaman adalah perjuangan yang berlangsung selama berabad-abad atau perjuangan yang tidak pernah berakhir. Long live Struggling. Makna ini menggambarkan perjuangan atau tantangan terus-menerus, yang dihadapi oleh umat manusia, suatu bangsa, atau individu secara konsisten sepanjang sejarah. Selagi masih ada kehidupan, disitulah ada perjuangan. Artinya, selama seseorang masih hidup, akan selalu ada tantangan, hambatan, dan tujuan yang harus diperjuangkan.

Sebetulnya itulah makna universal dari perjuangan.

Namun demikian, warga kota Surabaya masih layak mendapat gambaran gambaran perjuangan pada lintas zaman.

Melalui gambaran-gambaran faktual itu, warga Surabaya dapat lebih memahami warisan perjuangan kota mereka dan mengambil inspirasi dari semangat para pendahulu dalam menghadapi tantangan zaman.

Pemerintah kota Surabaya telah sepakat bahwa kota ini ada sejak 31 Mei 1293 M. Lebih dari 700 tahun. Dalam prosesnya Surabaya pernah berjalan dalam berbagai bentuk pemerintahan. Mulai dari Kadipaten sebagai wilayah Mancanegara yang jauh dari pusat kekuasaan di Mataram, lalu Kabupaten sebelum akhirnya berbentuk pemerintahan otonom Kotamadya dan akhirnya berbentuk Pemerintahan Kota seperti sekarang.

 

Pemimpin Pemimpin Surabaya

Setiap bentuk pemerintahan ada pemimpinnya. Kota Surabaya memiliki pemimpin dari setiap pemerintahan itu. Ada Adipati, ada Bupati, ada Walikotamadya dan ada pula Walikota.

Seorang Adipati pernah memimpin Surabaya. Foto: ist

Saat ini, Surabaya tidak lagi dipimpin oleh seorang Adipati, atau Bupati, melainkan oleh seorang Walikota sesuai dengan bentuk pemerintahannya. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *