Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Umumnya di musim lebaran, kebanyakan orang berburu tempat tempat berlibur. Dampaknya mereka meninggalkan kota atau keluar kota untuk mencari tempat tempat itu. Di Jawa Timur, tempat tempat favorit itu seperti Batu, Pacet dan lainnya.
Padahal di tempat mereka sendiri (tidak perlu keluar kota) adalah tempat yang layak dikunjungi dan dinikmati. Kota menjadi lebih sepi dan lengang dari biasanya. Ini kesempatan dalam mengapresiasi kotanya (tempatnya) sendiri. Dalam keseharian mungkin terlalu sibuk dan terasa penat dalam menikmatinya. Kini di musim lebaran berubah menjadi sepi dan lengang.
Dalam kondisi lengang ini, perwajahan kota terlihat lebih jelas. Tidak banyak lalu lintas kendaraan menghalangi pandangan perwajahan Arsitektur kota. Salah satu misalnya di kawasan kota lama Surabaya atau di tempat tempat lain yang umumnya sangat ramai dengan lalu lintas yang lalu lalang.
Tourist at Heart

Menjadi turis sejati berarti (being tourist at heart) bisa menjadi tekad dalam mendekati dunia dengan sebenarnya. Rasa ingin tahu, antusiasme, dan keinginan untuk menjelajahi tempat dan budaya baru demi kesenangan dan pengayaan dapat terakomodasi tanpa gangguan yang menyertai. Ini menjadi kesempatan dalam apresiasi terhadap keindahan dalam hal yang familiar dan bahkan yang asing sekaligus di rumah sendiri.
Namun niat ini seringkali harus diikuti dengan kemauan untuk keluar dari zona nyaman, belajar dari berbagai perspektif, dan menciptakan kenangan pribadi dan abadi.
Rumah adalah keindahan. Dalam skala kecil adalah rumah ya rumah. Tapi dalam skala besar, rumah adalah tempat, daerah dimana kita tinggal (kampung halaman). Rumah adalah perwujudan ruang aman, nyaman, dan harmoni yang mencerminkan kepribadian warganya. Keindahan “rumah”, daerah dimana kita tinggal, tidak hanya estetika visual, tetapi juga kenyamanan fisik, kebersihan, dan suasana menenangkan, yang sering kali diperkuat dengan elemen alam, sosial dan budaya serta warna yang selaras. Ini bisa menjadi tempat beristirahat dan berlindung serta menikmati diri sendiri.

Sesungguhnya banyak tempat tempat di rumah (kota) sendiri yang luput dari perhatian keseharian, yang sesungguhnya memiliki keindahan baik fisik, sosial dan budaya. Seringkali, rutinitas dan kebiasaan membuat kita “buta” terhadap keindahan yang ada di sekitar kita sendiri. Tempat-tempat yang dianggap biasa, justru menyimpan potensi wisata, sejarah, dan nilai sosial yang luar biasa.
Staycation
Karenanya berlibur tidak harus ke luar kota, namun cukup tinggal saja dalam kota dan menikmati kesempatan ketika kota tidak terlalu sibuk. Berlibur di dalam kota atau staycation adalah alternatif liburan yang semakin populer karena menawarkan efisiensi waktu, biaya, dan kenyamanan tanpa harus lelah dalam perjalanan. Ketika orang lain berlibur ke kota kita, misal Surabaya, mengapa kita mesti keluar Surabaya untuk berlibur?
Saat kota sepi, kita memiliki kesempatan untuk menjadi “turis” di kota sendiri. Kita bisa mengunjungi museum, taman, atau kafe-kafe tersembunyi yang biasanya terlalu ramai atau terlewatkan dalam rutinitas sehari-hari.
Staycation saat kota sedang sepi (misalnya saat sebagian besar warga pergi ke luar kota) memberikan suasana tenang yang ideal untuk healing dan menyegarkan pikiran. (PAR/nng)
