Semoga Kenaikan Dua Kali Lipat HTM Museum Nasional Indonesia Tidak Membebani Masyarakat/Pengunjung.

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Sudah tersiar kabar bahwa harga tiket masuk (HTM) ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta naik dua kali lipat per 1 Januari 2026.

Kenaikan tarif itu telah dinyatakan Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kenaikan tarif tiket masuk ini mencapai hingga dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya, yang berlaku sepanjang 2025.

Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Foto: nng

Jika di sepanjang tahun 2025, harga tiket untuk Anak 3-12 tahun: Rp.15.000 dan Dewasa: Rp. 25.000. Maka mulai 1 Januari 2026, pelajar (PAUD-SMA): Rp. 30.000 dan Dewasa: Rp. 50.000, sementara Anak 0-3 tahun: Gratis.

Pihak museum menyatakan, sebagaimana dilansir oleh kompas TV, bahwa penyesuaian tarif ini diharapkan sejalan dengan peningkatan fasilitas, kualitas layanan, serta pengalaman edukatif dan apresiasi budaya bagi masyarakat dan wisatawan, yang berkunjung ke Museum Nasional Indonesia.

Pemerhati museum di Surabaya A. Hermas Thony juga berharap agar kenaikan itu tidak dalam upaya membebankan biaya peningkatan fasilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat pengunjung tetapi justru mengajak masyarakat untuk semakin mendekatkan dan melekatkan kewajiban masyarakat dalam jaminan keamanan dan keselamatan artefak.

“Jadi ketika terjadi kehilangan masyarakat bisa menuntut ke pemerintah”, tambah Thony.

Sementara itu pegiat budaya dari Trowulan kabupaten Mojokerto, Supri, mengatakan bahwa dalam rangka (negara) ikut serta peduli dan mencerdaskan rakyatnya dibidang kebudayaan dalam arti luas, termasuk ambil bagian dalam pertahanan budaya, perihal HTM Munas, tidak ada salahnya pengelola museum mengajukan bantuan subsidi ke Pemerintah, sehingga HTM MUNAS tetap terjangkau masyarakat luas.

Ajine Negara Saka Budayane?  Apakah jargon tersebut juga sudah ikut dicukur gundul sama dengan nasip hutan di Nusantara kita seperti sekarang ini?”, tanya Supri dengan kritis.

Kemegahan Museum Nasional Indonesia.Foto: nng

Belum lama Pemerintah Republik Indonesia memang menerima pengembalian (repatriasi) ribuan artefak dari Pemerintah Kerajaan Belanda. Tentu saja ribuan artefak ini memerlukan penanganan ekstra, lebih dari biasanya.

Di antara artefak itu adalah koleksi penting Eugene Dubois (seperti Homo erectus atau “Java Man”), yang akan disimpan dan ditangani secara khusus di Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Fosil penting yang kini menjadi koleksi Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Foto: ist

Dalam perlakuan itu, akan ada perawatan khusus mengingat sifatnya yang kuno dan rapuh, terutama fosil berusia ratusan ribu tahun. Artefak ini memerlukan penanganan ekstra dan kondisi penyimpanan yang terkontrol untuk memastikan kelestariannya.

Prasasti berbahan plat logam di Musnas.Foto: nng

Untuk itu pemerintah Indonesia menekankan komitmennya dalam melindungi dan mengelola warisan budaya bangsa ini dengan fasilitas yang memadai.

Apapun upaya itu sudah menjadi resiko bagi pemerintah Indonesia, yang diharapkan resiko itu tidak dibebankan kepada masyarakat atau pengunjung. Termasuk, semoga kenaikan itu tidak akan berimbas pada kenaikan HTM museum daerah, karena penetapan tarif museum daerah biasanya bersifat independen dan tergantung pada kebijakan pengelola lokal. (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *