꧌ꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ꧍ Rajapatni dan Stichting Anak Mas & Stichting Pertolongan Berbagi Kasih Ke Panti Asuhan Don Bosco Surabaya

Sosial Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – ꧌ꦧꦼꦂꦨꦒꦶ꧍ Berbagi dengan sesama, para yatim piatu dan rentan di asrama Don Bosco Surabaya. ꧌ꦤꦩ꧍ Nama Don Bosco diambil dari nama seorang imam Katolik Italia, yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk ꧌ꦩꦼꦩ꧀ꦧꦤ꧀ꦠꦸ꧍ membantu kaum muda, terutama anak-anak miskin, yatim piatu, dan yang kurang beruntung. Ia adalah Santo Yohanes Don Bosco.

Panti Asuhan Don Bosco ꧍ꦯꦹꦫꦨꦪ꧍ Surabaya. Foto: nng

Pada kesempatan di hari ꧌ꦩꦶꦔ꧀ꦒꦸ꧍ Minggu siang (7/12/25), komunitas Puri Aksara Rajapatni berbagi kasih dengan menyumbangkan ꧌ꦧꦸꦏꦸꦕꦼꦫꦶꦠ꧍ buku cerita anak, yang berjudul “Bung Bebek dan Dewi Melati”, sebuah karya tulis penyanyi Belanda kelahiran Surabaya, ꧌ꦮꦶꦠꦼꦏꦼ꧍ Wieteke Van Dort. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Michiel Eduard (Belanda) dan ditransliterasi ke dalam ꧌ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ aksara Jawa oleh ꧌ꦅꦠꦯꦹꦫꦗꦪ꧍ Ita Surojoyo (Surabaya).

Buku yang ꧌ꦩꦼꦚ꧀ꦗꦝꦶ꧍ menjadi wujud karya kolektif lintas negara ini sengaja disumbangkan ke Don Bosco untuk memberikan kesempatan kepada anak anak asrama, yang sudah ada sejak ꧌꧇꧑꧙꧓꧗꧇꧍ 1937.

꧌ꦥꦸꦫꦷꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ꧍ Puri Aksara Rajapatni diterima Suster Victorian. Foto: nng

Sebelum di ꧌ꦗꦭꦤ꧀ꦠꦶꦝꦂ꧍ jalan Tidar Surabaya, Panti Asuhan Don Bosco tercatat berada di Jalan Ngemplak, lalu pihak Don Bosco ꧌ꦩꦩ꧀ꦧꦼꦭꦶ꧍ membeli tanah di jalan Tidar dan membangun gedung baru di sana. ꧌ꦒꦼꦝꦸꦁ꧍ Gedung ini diarsiteki oleh Henri Estourgie, dengan gaya arsitektur perpaduan modern dan tropis. Gedung ini dirancang ꧌ꦱꦼꦧꦒꦻ꧍ sebagai panti asuhan serta sekolah.

꧌ꦪꦪꦱꦤ꧀꧍ Yayasan Don Bosco sendiri didirikan oleh G.J. ter Veer pada 1927. Lalu menyewa rumah di jalan Ngemplak pada 1931 untuk ꧌ꦝꦶꦥꦏꦻ꧍ dipakai sebagai Panti Asuhan. Selanjutnya tahun 1937 membeli tanah di jalan Tidar dan didirikan gedung baru untuk Panti Asuhan dan ꧌ꦱꦼꦏꦺꦴꦭꦃ꧍ Sekolah.

Ita Surojoyo diterima Suster Victorian di ruang tamu. Foto: ist

Kedatangan tim ꧌ꦥꦸꦫꦷꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ꧍ Puri Aksara Rajapatni pada Minggu siang ini diterima oleh Suster Victorian. Kepadanya sejumlah 65 buku buku cerita anak dalam ꧌ꦧꦲꦱ꧞ꦄꦼꦭꦟ꧀ꦝ꧍  bahasa Belanda dan Indonesia, yang dilengkapi dengan ꧌ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ aksara Jawa, diserahkan. Selain itu juga diajak menerima buku buku adalah tiga anak penghuni asrama. Pada kesempatan Book Launch pada 7 November 2025 buku “Bung Bebek dan Dewi Melati” telah diterimakan secara ꧌ꦱꦶꦩ꧀ꦧꦺꦴꦭꦶꦱ꧀꧍ simbolis kepada Suster Victorian dan disumbangkan sejumlah uang sebesar 3000 Euro ꧌ꦝꦫꦶ꧍ dari Stichting Anak Mas dan Stichting Pertolongan.

Tim Puri Aksara Rajapatni, yang terdiri dari pendiri ꧌ꦅꦠꦯꦹꦫꦗꦪ꧍ Ita Surojoyo, sekretaris Novita dan Ketua ꧌ꦤꦤꦁꦥꦸꦂꦮꦤ꧍ Nanang Purwono lantas diajak home tour di Don Bosco. Gedung ini dilengkapi dengan gereja kecil Chapel dengan ꧌ꦒꦪꦌꦫꦺꦴꦥ꧍ gaya Eropa. Chapel, yang didirikan sebagai kelengkapan asrama itu, cukup sejuk. ꧌ꦩꦼꦤꦸꦫꦸꦠ꧀꧍ Menurut Suster Victorian selain digunakan oleh penghuni asrama, chapel ini juga terbuka untuk umum. Demikian dijelaskan ꧌ꦏꦼꦥꦝ꧍ kepada Ita Surojoyo.

Di dalam chapel. Foto; nng
Kekhasan chapel Katolik dengan bangku yang dilengkapi papan ꧌ꦧꦼꦂꦧꦤ꧀ꦠꦭ꧀꧍ berbantal untuk berlutut. Foto: nng

Dulu, di zaman pendudukan Jepang, Don Bosco sempat ꧌ꦝꦶꦗꦝꦶꦏꦤ꧀꧍ dijadikan gudang senjata, yang kemudian senjata senjata itu direbut oleh pejuang pejuang Surabaya. ꧌ꦱꦼꦚ꧀ꦗꦠ꧍ Senjata senjata pampasan itulah yang kemudian menjadi modal penting bagi Arek Surabaya ꧌ꦝꦭꦩ꧀꧍ dalam pertempuran 10 November 1945. (PAR/nng).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *