Pentingnya Museum Surabaya Mengoleksi Prasasti Canggu.

Sejarah Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Surabaya adalah kota besar di Indonesia, sebuah negara yang menjadi negara dekat dengan Australia. Meski bahasa Indonesia belum menjadi wajib di Australia yang diajarkan di sekolah sekolah, namun sudah sangat umum diajarkan dan bahkan diwajibkan di beberapa sekolah dasar, terutama karena kedekatan geografis dan kepentingan strategis Australia terhadap Indonesia sebagai tetangga penting.

Kota Surabaya menjadi kota yang tidak asing bagi sebagian warga Australia. Bahkan ada warga asal Australia yang mulai kecil tinggal di Surabaya dan bahkan bisa berbahasa lokal Surabaya, Jawa Arek. Namanya Dave Jephcott dengan nama kerennya “Londo Kampung”.

 

Perhatian dari The Heritage Skills Association, Australia

Ada juga yang masih tinggal di Australia pun memandang Surabaya sebagai saudara dekat. Apalagi mereka punya kerabat yang tinggal di Surabaya. Salah satu dari mereka adalah Yolanda.

Organisasi heritage Australia, HSA. Foto:ist

“I am Yolanda Cool. I’m the CEO of Heritage Skills Association, addressing the lack of accreditation, registration and regulation ”, (Saya Yolanda Cool. Saya adalah CEO dari Heritage Skills Association, yang menangani masalah kurangnya akreditasi, registrasi, dan regulasi terkait dengan heritage), jelas Yolanda Cool ketika merespon artikel tentang “Di Museum Surabaya Seharusnya Ada Koleksi Replika Prasasti Canggu, Bukan replika prasasti kamalagyan” (edisi 16/1/26).

As a visitor it is important to know the historical context. The replica (Canggu) can reference where it is from. Encouraging partnership and people to travel to both places. Showing connections and relevance.”, lanjut Yolanda.

Menurutnya bahwa sebagai pengunjung, penting untuk mengetahui konteks sejarahnya. Replika tersebut dapat merujuk pada asal-usulnya. Mendorong kemitraan dan mengajak orang untuk berwisata ke tempat tersebut. Ini menunjukkan keterkaitan dan relevansi.

Musee ID persiapan hadir. Foto: museeid

Sementara kedatangan Musee ID dan ICOM CECA dalam kegiatan kebudayaan dan heritage di Jawa Timur, yang keterkaitannya dengan permuseuman adalah membuka ruang kolaborasi yang inklusif bersama masyarakat dan mendorong masyarakat berperan aktif dalam pengembangan museum dari yang bersifat statis menjadi aktif dan dinamis. Sehingga museum menjadi agen perubahan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Artefak di Museum Surabaya di Siola. Foto : nng

Museum adalah wadah edukatif, yang sangat penting, berfungsi sebagai sumber belajar, media pembelajaran, tempat pelestarian warisan budaya, dan inspirasi untuk memahami sejarah, budaya, ilmu pengetahuan (geologi, biologi, etnografi, dll.), serta nilai-nilai bangsa melalui koleksi benda bersejarah, pameran, dan program-program yang disajikan secara menarik dan komunikatif untuk semua usia.

Jangan sampai ada narasi dan bahkan artefak yang salah dalam penyajian. Jika sekarang adalah kesalahan 5 derajat, selanjutnya akan semakin melebar hingga 50, 70 bahkan 100 derajat. Akhirnya yang salah menjadi kebenaran. Ini bahaya.

Puri Aksara Rajapatni bersama ICOM (The International Council of Museum) Indonesia akan berusaha secara mandiri untuk mendapatkan replika prasasti Canggu.

Prasasti Canggu dalam genggaman . Foto: dok

“Bila ternyata Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas terkait telah mengajukan permohonan replika dan bahkan telah mendapatkan replika, ya itu akan lebih bagus”, jelas ketua Puri Aksara Rajapatni, Nanang.

Upaya untuk mendapatkan replika Prasasti Canggu, yang memiliki data otentik tentang sejarah Surabaya ini, mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ada pihak dari Trowulan, Surabaya termasuk kantor Kedutaan asing di Surabaya.

Sementara itu pihak kurator museum, Agus mengaku bahwa dirinya sudah pernah minta duplikat beberapa waktu lalu dan kini dia mempersiapkan untuk memintanya lagi. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *