꧌ꦩꦸꦱꦺꦪꦸꦩ꧀꧍ Museum Menjadi Panduan Dalam Upaya Pelestarian Nilai Budaya dan Sejarah.

Museum Aksara

Rajapatni.com: SURABAYA – ꧌ꦩꦶꦔ꧀ꦒꦸꦥꦒꦶ꧍ Minggu pagi (1/3/26) Puri Aksara Rajapatni bertandang ke Museum Mpu Tantular, Sidoarjo. Ini ꧌ꦈꦥꦪ꧍ upaya dalam lebih mendekatkan diri dengan wadah koleksi budaya dan ꧌ꦄꦂꦠꦺꦥ꦳ꦏ꧀꧍ artefak bersejarah, Museum.

Museum adalah ꧌ꦊꦩ꧀ꦧꦒ꧍  lembaga permanen dan nirlaba, yang berfungsi mengumpulkan, ꧌ꦩꦼꦫꦮꦠ꧀꧍ merawat, meneliti, serta memamerkan benda-benda bernilai sejarah, ilmu pengetahuan, ꧌ꦱꦼꦤꦶ꧍ seni, dan budaya kepada masyarakat. Tempat ini menjadi sarana edukasi dan rekreasi yang melestarikan ꧌ꦮꦫꦶꦱꦤ꧀꧍ warisan peradaban.

Salah satu karya seni, yang ꧌ꦩꦼꦚ꧀ꦗꦝꦶ꧍ menjadi jujugan Rajapatni, yang diwakili Ita Surojoyo, adalah literasi ꧌ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍aksara Jawa khususnya Aksara Jawa. Sebagaimana ditulis oleh media ini sebelumnya bahwa aksara Jawa telah digunakan sebagai petunjuk arah di lingkungan museum.

Ita Surojoyo dari ꧌ꦥꦸꦫꦷꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ꧍ Puri Aksara Rajapatni mengunjungi Museum Mpu Tantular. Foto: IS

Dalam buku tamu yang disediakan oleh pihak museum, Ita pun mengisinya dengan ꧌ꦩꦼꦔ꧀ꦒꦸꦤꦏꦤ꧀꧍ menggunakan aksara Jawa. Begitu Ita masuk, Ita Surojoyo mendapati ꧌ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ aksara Jawa di beberapa spot yang menjadi titik pemasangan papan petunjuk arah.

Isian buku tamu ꧌ꦝꦶꦠꦸꦭꦶꦱ꧀꧍ ditulis dalam aksara Jawa. Foto: IS

“Ini aksara punya harga diri, cantik, letaknya di atas”, kesan Ita ketika memperhatikan ꧌ꦥꦊꦤꦸꦭꦶꦱꦤ꧀꧍ penulisan Aksara Jawa diposisikan di atas aksara Latin. Ita berterima kasih kepada pengelola museum yang sudah ikut andil dalam ꧌ꦥꦼꦔ꧀ꦒꦸꦤꦄꦤ꧀꧍ penggunaan kembali aksara Jawa di tanha Jawa.

Penulisan ꧌ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ aksara Jawa di atas dari aksara Latin. Foto: IS

Ini juga upaya menghargai budaya sendiri. Aksara Jawa di atas, aksara Latin di bawah. Museum sungguh berperan ꧌ꦏꦿꦸꦱꦶꦪꦭ꧀꧍ krusial sebagai penjaga memori kolektif, ꧌ꦱꦫꦤꦥꦼꦟ꧀ꦝꦶꦝꦶꦏꦤ꧀꧍ sarana pendidikan, dan pusat pelestarian warisan budaya (benda maupun tak benda) dari ꧌ꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧍ ancaman kepunahan. Sebagai objek wisata budaya, museum mengkonservasi artefak dan ꧌ꦩꦼꦚꦗꦶꦏꦤ꧀꧍ menyajikan cerita sejarah yang meningkatkan rasa bangga serta kesadaran ꧌ꦩꦯꦫꦏꦠ꧀꧍ masyarakat akan tradisi lokal.

꧌ꦩꦸꦱꦺꦪꦸꦩ꧀꧍ Museum Mpu Tantular telah mewujudkan bagaimana merelevansikan artefak aksara daerah dengan sekarang yang ꧌ꦏꦺꦴꦩꦸꦤꦶꦏꦠꦶꦥ꦳꧀꧍ komunikatif serta edukatif. Yaitu aksara Jawa digunakan sebagai petunjuk arah dan lokasi. Di atas papan ꧌ꦥꦼꦠꦸꦚ꧀ꦗꦸꦏ꧀꧍ petunjuk arah ada tulisan aksara Jawa, yang dibawahnya disertai terjemahannya dalam ꧌ꦄꦏꦱꦫꦭꦠꦶꦤ꧀꧍ aksara Latin.

Sesederhana toilet mendapat perhatian dalam penulisan ꧌ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ aksara Jawa. Foto: IS

Dengan demikian aksara Daerah itu tetap hidup dan ꧌ꦥ꦳ꦸꦔ꧀ꦰꦶꦪꦺꦴꦤꦭ꧀꧍ fungsional. Museum Mpu Tantular sudah mulai menunjukkan upaya pelestarian itu. Sebagai lembaga ꧌ꦌꦝꦸꦏꦱꦶ꧍ edukasi dan preservasi, museum harus bisa melakukan itu karena itu menjadi jembatan yang ꧌ꦩꦼꦔ꧀ꦲꦸꦧꦸꦔ꧀ꦏꦤ꧀꧍ menghubungkan masa lalu dengan masa sekarang demi pemajuannya di masa ꧌ꦩꦼꦟ꧀ꦝꦠꦁ꧍ mendatang.

Saatnya museum museum ini menjadi interaktif dan ꧌ꦅꦤ꧀ꦏ꧀ꦭꦸꦱꦶꦥ꦳꧀꧍ inklusif, yang bisa lebih melibatkan masyarakat dalam upaya bersama mempromosikan museum dengan segala nilai ꧌ꦧꦸꦢꦪ꧍ budaya dan sejarahnya.

Prasasti Pasrujambe asal ꧌ꦭꦸꦩꦗꦁ꧍ Lumajang. Foto: IS

Tidak lupa, Ita juga mengamati artefak artefak kuno yang ꧌ꦩꦊꦚꦶꦩ꧀ꦥꦤ꧀꧍ menyimpan khazanah literasi daerah. Salah satunya adalah ꧌ꦥꦿꦯꦱ꧀ꦠꦶ꧍ prasasti Pasrujambe yang berasal dari Lumajang. Ita juga mengamati koleksi yang tersimpan di ꧌ꦒꦭꦺꦫꦶꦮ꦳ꦺꦴꦤ꧀ꦥ꦳ꦧꦼꦂ꧍ Galeri Von Faber, seorang budayawan dan wartawan ꧍ꦯꦹꦫꦨꦪ꧍ Surabaya berdarah Belanda Jerman yang mengawali lahirnya Museum Kota Surabaya (Stedelijk Moeseoem).

Galeri Von Faber. Foto: IS

Museum memang ꧌ꦧꦼꦂꦦꦼꦫꦤ꧀꧍ berperan strategis sebagai penjaga memori kolektif, ꧌ꦥꦟ꧀ꦝꦸꦮꦤ꧀꧍ panduan pelestarian nilai budaya, dan sumber edukasi sejarah yang menghidupkan ꧌ꦤꦫꦱꦶ꧍ narasi masa lalu bagi generasi kini. Dengan menyimpan dan memamerkan artefak, museum ꧌ꦩꦼꦭꦶꦟ꧀ꦝꦸꦔꦶ꧍ melindungi warisan bangsa, mendorong pembelajaran, serta membangun karakter masyarakat ꧌ꦩꦼꦭꦭꦸꦮꦶ꧍ melalui pengalaman langsung. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *