Menteri Kebudayaan Fadli Zon Lihat Signage Beraksara Jawa di Museum Mpu Tantular.

Heritage

Rajapatni.com: SURABAYA – Sangat layak bila tempat tempat budaya seperti museum menyajikan upaya pemajuan kebudayaan karena museum kini bertransformasi dari sekadar gudang penyimpanan benda kuno menjadi pusat edukasi, pelestarian aktif, dan penggerak kreativitas masyarakat.

Salah satu dari karya budaya itu adalah wujud literasi tradisional berupa aksara. Di Jawa, adalah aksara Jawa. Jawa Timur adalah rumahnya.

Tidak salah jika Pusat Informasi Majapahit (PIM) di Trowulan yang sering disebut Museum Trowulan dan juga ada Museum Mpu Tantular di Sidoarjo, tidak hanya menyimpan koleksi artefak beraksara Jawa. Seperti prasasti dan manuskrip, tetapi juga menggunakan aksara Jawa dalam masa kekinian yang relevan.

Di lingkungan PIM sudah ada penggunaan aksara Kawi dan Jawa sebagai signage lokasi sejak tahun 2023-2024. Di Museum Mpu Tantular pun juga demikian. Penulisan Aksara Jawa digunakan sebagai petunjuk arah di lingkungan museum.

Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon ke Museum Mpu Tantular (21/2/26). Foto: ist

Dalam kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 21 Februari 2026 lalu ke museum Mpu Tantular, signage petunjuk arah di lingkungan museum ini seolah olah menyambut kedatangan rombongan Menteri, yang didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari,S.T.,M.MA. dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur Endah Budi Heryani, S.S., M.M.

Signage beraksara Jawa di Museum MPU Tantular. Foto: ist

Penggunaan signage beraksara Jawa ini adalah bentuk pemajuan budaya literasi secara nyata yang memang harus dicontohkan secara praktis oleh lembaga museum. Museum turut memperkenalkan penggunaan aksara Jawa secara relevan. Ini berarti bahwa museum tidak hanya sekedar memamerkan aksara Jawa sebagai benda kuno, tetapi juga mengemasnya agar sesuai dengan kebutuhan dan konteks kehidupan modern saat ini.

Pesan ini ditekankan oleh Menteri Fadli Zon bahwa museum harus menjadi ruang interaktif, inklusif dan kolaboratif dengan masyarakat dalam rangka lebih memperkenalkan museum kepada generasi muda. Kegiatan kegiatan masyarakat yang mendukung pemasyarakatan museum adalah jembatan yang menghubungkan museum dan masyarakat. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *