Lempeng Prasasti Canggu Lainnya Hilang Kemana?

Aksara Canggu

Rajapatni.com: SURABAYA – Leiden university Library di Belanda masih memiliki data digital tentang prasasti Canggu atau Trowulan I. Sebagaimana disimpan dalam data digitalnya di bawah fitur “Canggu (Trowulan I)” maka akan keluar panduan untuk mendalami data yang tersimpan.

Ada fitur Canggu dalam beberapa file, delapan file, yang kalau di klik satu persatu maka akan ditampilkan setiap sisi (Side) yang membacakan sisi setiap sisi lempeng. Jika ada 8 file yang berarti 8 sisi, berarti ada 4 lempeng karena setiap lempang memiliki dua sisi (muka dan belakang). Entah mengapa dari 5 lempeng saat ditemukan dan sempat terdokumentasikan 8 sisi, yang berarti ada 4 lempeng.

Data Canggu dalam 8 file. Foto: Leidenuniversity

Tentu saja pihak Leiden university kala itu bersumber dari lembaga di Hindia Belanda, yang bernama Bataviaasch Genootschap (BG) van Kunsten en Wetenschappen yang berada di Batavia (sekarang Jakarta). Lembaga Kebudayaan ini menjadi cikal bakal Museum Nasional Indonesia.

Dari data 8 sisi (4 lempeng), yang masih terlihat fisiknya hanya satu lempeng dengan identifikasi E54c-vz, yang memuat data nama Syurabhaya.

Yang jelas bahwa barangnya secara fisik ada di Museum Nasional Indonesia di Jakarta, yaitu yang bernomor E54c-vz, yang bergandengan (dalam satu lempeng) dengan sisi E54c-az.

 

Transliterasi dan Translasi

Setiap sisi ada 6 baris. Sebagaimana terbaca pada KERN E54c-vz dan tertulis sebagai berikut (sebagaimana dikutip dari imperium sejarah Jawa id.).

1. nusa, °i temon, °i paraje?an,°i paka?ekan, °i wu?lu, °i rabut ri, °i bañu m?du, °i gocor, °i tambak °i pujut,

2. °i mire?, °i? dmak, °i kli?, °i pag?a?an, °i mabuwur, °i bowo?, °i rumasan, °i ca?gu, °i ra??u gowok, °i wahas, °i nagara,

3. °i sarba, °i wari?in pitu, °i lagada, °i pamotan, °i tula?an, °i panumba?an, °i jruk, °i tru?, °i kamba? sri, °i t?a, °i gsa?, °i

Nama Syurabhaya dalam data perpustakaan Universitas Leiden. Foto: ist

4. bukul, °i surabhaya, muwa? prakarani? naditira pradesa sthanani?-anamba?i, °i ma?anten, °i wari?in wok, °i bajrapura, °i

5. sambo, °i jerebe?, °i pabula?an, °i balawi, °i lumayu, °i katapa?, °i pagaran, °i kamu?i, °i parijik, °i paru?, °i pasi

6. wuran, °i ke?al, °i ba?kal, °i wi?a?, °i pakbohan, °i lowara, °i ?uri, °i rasi, °i rewun, °i tgalan, °i ?ala?ara, °i

 

Berikut terjemahannya dari sumber yang sama:

1. Nusa, di desa Temon [°i temon], di desa Parajengan [°i paraje?an], di desa Paka?ekan [°i paka?ekan], di desa Wunglu [°i wu?lu], di desa Rabut Ri [°i rabut ri], di desa Bañu M?du [°i bañu m?du], di desa Gocor [°i gocor], di desa Tambak [°i tambak], di desa Pujut [°i pujut],

2. di desa Mireng [°i mire?], di desa Dmak [°i? dmak], di desa Kling [°i kli?], di desa Pag?angan [°i pag?a?an],di desa Mabuwur [°i mabuwur], di desa Bowong [°i bowo?], di desa Rumasan [°i rumasan], di desa Ca?gu [°i ca?gu], di desa Ra??u Gowok [°i ra??u gowok], di desa Wahas [°i wahas], di desa Nagara [°i nagara],

3. di desa Sarba [°i sarba], di desa Waringin pitu [°i wari?in pitu], di desa Lagada [°i lagada], di desa Pamotan [°i pamotan], di desa Tulangan [°i tula?an], di desa Panumbangan 8[°i panumba?an], di desa Jruk [°i jruk], di desa Trung [°i tru?], di desa Kambang Sri [°i kamba? sri], di desa T?a [°i t?a], di desa Gsang [°i gsa?],

4. di desa Bukul °i bukul], di desa Surabhaya [°i surabhaya],Dan semua desa-desa ditepi sungai tempat perahu penyeberangan tambangan [muwa? prakarani? naditira pradesa sthanani?-anamba?i], di desa Ma?anten [°i ma?anten], di desa Waringin Wok [°i wari?in wok], di desa Bajrapura [°i bajrapura], di desa Sambo [°i

5. sambo], di desa Jerebe? [°i jerebe?], di desa Pabulangan [°i pabula?an], di desa Balawi [°i balawi], di desa Lumayu [°i lumayu], di desa Katapang [°i katapa?], di desa Pagaran [°i pagaran], di desa Kamu?i [°i kamu?i], di desa Parijik [°i parijik], di desa Parung [°i paru?], di desa Pasiwuran [°i pasi,

6. wuran], di desa Ke?al [°i ke?al], di desa Bangkal [°i ba?kal], di desa Wi?ang [°i wi?a?], di desa Pakbohan [°i pakbohan], di desa Lowara [°i lowara], di desa ?uri [°i ?uri], di desa Rasi [°i rasi], di desa Rewun [°i rewun], di desa Tgalan [°i tgalan], di desa ?alangara [°i ?ala?ara], di desa Sumbang [°i 5b. 1. sumba?], di desa Malo [°i malo], di desa Ngijo [°i ?ijo], di desa Kawangen [°i kawa?en], di desa Su?a? [°i su?a?], di desa Kukutu [°i kukutu], di desa Balun [°i balun], di desa Marebo [°i marebo], di desa Turan [°i turan], di desa Jipang [°i jipa?], di desa Ngawi [°i ?awi], di desa Wangkalang [°i wa?kala?] 2. di desa Pnu? [°i pnu?], di desa Wulung [°i wulu?], di desa Barang [°i bara?], di desa Pakatelan [°i pakatelan], di desa Wareng [°i ware?], di desa Amban [°i?-amban], di desa Kembu [°i kembu], di desa Wulayu [°i wulayu],

 

Fakta Data 

 

Universitas Leiden. Foto: ist

Berdasarkan data digital, yang tersimpan di Leiden university Library Belanda, data itu menunjukkan bahwa masih ada setidaknya 4 lempeng (atau delapan sisi).

Ketika data itu diduga diakses dari Bataviaasch Genootschap (BG), berarti prasasti secara fisik masih ada kala itu. Pertanyaannya adalah mengapa prasasti itu tinggal satu lempeng? Siapa yang bisa menjawab?

Prasasti Canggu adalah naskah yang bersambung (terdiri dari beberapa lempeng dan halaman). Kiranya harus lengkap dan bila hilang harus ada berita acara (riwayat).

Prasasti Canggu mencatat 33 Naditira Pradesa di tepi sungai Brantas dan 44 Naditira Pradesa di tepi Bengawan Solo.

Hilangnya lempeng prasasti itu menunjukkan betapa pentingnya artefak tersebut. Oleh karena itu mumpung masih ada bendanya, yang secara khusus memuat berita tentang keberadaan Syurabhaya, Bungkul dan Pagesangan, maka Pemerintah Kota Surabaya layak mengamankannya dengan cara menduplikatkan. Ada tiga Naditira Pradesa pada sisi itu: i gsang (Pagesangan), i bukul (Bungkul) dan i Syurabhaya (Surabaya). (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *