Konsep Living Museum Demi Jaga Budaya.

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Dalam sebuah kesempatan terpilih dalam program International Visitors Leadership Program (IVLP), yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada 2006, ada empat peserta terpilih yang terdiri dari seorang peserta dari Surabaya dan tiga lainnya dari Jakarta. Mereka adalah jurnalis TV.

Gedung Putih (White House) jadi saksi. Foto: dok pri

Selama disana mereka diajak masuk ke Indian(American First Nation) Reserve. Yang tinggal di Reserve itu adalah warga negara Amerika dari suku asli (first nation). Kedatangan keempat peserta sebagai tamu negara ini hanya untuk melihat keaslian suku Indian (first nation) di tengah modernisasi Amerika.

 

Apa Itu Indian (First Nation) Reserve?

Ini adalah reservasi atau tanah, yang dicadangkan untuk suku-suku Penduduk Asli Amerika. Tanah ini dikelola oleh suku itu sendiri, dengan pemerintahan suku sendiri (dewan suku), bukan pemerintah negara bagian. Namun tanah ini berada di bawah yurisdiksi Biro Urusan Indian (Bureau of Indian Affairs/BIA) Departemen Dalam Negeri AS, bukan pemerintah lokal.

Bisa dibayangkan ketika memasuki wilayah Reserve ini. Cagar budaya dan alam ini memiliki budaya, lanskap, dan kondisi sosial ekonomi yang unik. Tentunya para tamu akan juga bisa melihat satu kumpulan rumah rumah tenda berbentuk kerucut, yang disebut Teepee.

Tenda tradisional suku asli Amerika (First Nation). Foto : ist

Ada pula atraksi budaya tarian suku Indian dan juga makanan dari daging kerbau, jagung dan kacang kacangan. Bahkan ada tradisi ritual yang bernama sweat lodge.

Sweat lodge adalah struktur berbentuk tenda tradisional suku asli Amerika, yang digunakan untuk upacara penyucian, penyembuhan, dan spiritual, di mana air dituangkan ke batu-batu panas di dalam tenda untuk menciptakan uap yang sangat panas dan gelap, yang mendorong keringat dan pembersihan diri (seperti sauna), berfungsi sebagai tempat untuk meditasi, doa, dan pembaruan ikatan sosial. (https://www.thecanadianencyclopedia.ca/en/article/sweat-lodge) ensiklopedia].

 

Pengalaman Masuk Reserve

Para jurnalis TV Indonesia dalam program International Visitors Leadership Program. Foto: dok pri

Memasuki Indian (American First Nation) Reserve ini bagai masuk sebuah kawasan Living Museum (museum Hidup). Apa apa, yang tersajikan di sana, adalah pengalaman nyata dari kehidupan suku asli Amerika. Kehidupannya berbicara dan memang ada yang perlu dinarasikan untuk menghidupkan benda benda budaya yang mati. Tapi semuanya adalah natural dan kultural. Ibaratnya berukuran 1 banding 1. Mereka berbusana kultural apa adanya. Desain rumahnya juga demikian serta kehidupan aslinya.

Tarian budaya suku asli Amerika. Foto: dok pri

Bisakah diciptakan sebuah Living Museum di Surabaya atau tempat lain di wilayah Jawa Timur demi mempertahankan dan melestarikan nilai? Tidak ada yang tidak bisa. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *