Sejarah
Rajapatni.com: SURABAYA – Di sebuah desa yang bernama Jatiarjo di wilayah Kabupaten Pasuruan, tepatnya di dusun Cowek, pernah ada kegiatan budaya yang bernama Cowek Kala Bendu. Yaitu kemasan budaya yang mengetengahkan desa Cowek pada masa lalu.
Dalam kunjungan jurnalistik itu, tim jurnalis dari salah satu TV lokal Surabaya ini diajak mengeksplorasi potensi alam yang ada. Yaitu kebun kopi. Ada Wisata Kampung Kopi Jatiarjo di Prigen, Pasuruan, yang memang menawarkan pengalaman agrowisata edukatif di lereng Gunung Arjuna, menyuguhkan pemandangan kebun kopi, kafe di tengah hutan, hingga aktivitas petik kopi saat panen. Destinasi ini menonjolkan kopi organik khas Gunung Arjuno, edukasi budidaya kopi, serta kuliner tradisional seperti kopi kreweng dan polo pendem.
Konon sebelum Tretes berkembang sebagai tempat liburan dan peristirahatan di era kolonial dengan villa villa ikoniknya, hamparan lereng pegunungan ini adalah kawasan lahan perkebunan kopi, yang dikelola oleh Cultuur Maatschappij Ngerdjo, onderneming Tretes. Demikian kata Michiel Eduard Donkersloot yang tinggal di Leiden, Belanda.

Secara alami, kebun kopi masih terhampar di sana, Tretes, yang salah satu tempat nya ada di Jatiarjo. Ada juga tempat wisata alam, namanya Pintu Langit, yang merupakan destinasi wisata alam dan kuliner di ketinggian yang menawarkan pemandangan pegunungan memukau, udara sejuk, serta spot foto instagramable. Spot “pintu langit”, ini tempat yang cocok untuk santai, ngopi, dan ramah keluarga dengan fasilitas kuliner, taman, dan amfiteater. Suguhannya kuliner kopi lokal.

Dulu, seiring dengan berkembangnya potensi alam yang indah itu, mulai berkembang pula tempat peristirahatan yang dikelola oleh keluarga Van Vloten. Usaha rumah rumah villa peristirahatan itu bernama Villa Park Tretes, yang tidak hanya menawarkan tempat penginapan, melainkan juga kolam renang, badminton, berkuda dan tracking jelajah alam.

Kantor pemasaran nya ada di Surabaya, yang beralamat di Jalan Simpang Lonceng dengan nama usaha Woningbureau Van Vloten.

Kebun Kopi & Villa

Lahan Villa Park Tretes ini berbeda dari lahan kebun kopi yang dikelola Cultuur Maatschappij Ngerdjo. Tapi keberadaan Kebun Kopi adalah dukungan sebagai kawasan peristirahatan dimana Villa Park Tretes berada yang juga menyediakan Bungalow Bungalow yang terpencar di kawasan Tretes. Masing masing memiliki lingkungan yang lapang dengan vegetasi dan pemandangan yang menakjubkan.
Waktu yang terus berjalan dan perubahan yang terus berganti, pada suatu hari di tahun 2001 keluarga Donkersloot sempat berkunjung ke Tretes dan menginap di Inna Hotel.
“Karena tahun 2001 kesana sama ortu, mereka bilang itu dulu Van Vloten villa park Tretes”, kata Michiel Eduard Donkersloot. Jelas Michiel sambil mengenang orang tuanya.
Semakin Gila
“Lalu aku balik lagi beberapa tahun lalu, dan sempat merekam video. Hasilnya adalah youtube video yang ku kirim kemarin itu”, tambah Michiel sambil mengacu pada video yang dikirimkan ke penulis.
“Iya, tambah gila ini cerita”, ekspres Michiel mengenai cerita keluarga besarnya yang pernah bertempat di Jawa Timur. Ekspresi ini menunjukkan seolah bahwa Michiel ingin menelusuri cerita keluarga besarnya secara lebih mendalam.
Michiel tidak sekali dua kali datang ke Surabaya, tetapi sudah berkali kali dan cerita keluarga besarnya mulai dari Van Vloten hingga Donkersloot membuatnya ingin datang dan datang. Salah satunya melihat hamparan hijau di lereng Gunung Arjuna.
Apalagi Michiel menemukan nama seorang model Julia Van Vloten yang sama dengan nama keluarga buyutnya.

“Aku tadi nemu seorang model di instagram. Namanya Julia Van Vloten. Aku jadi penasaran. Siapa dia ya”, jelas Michiel yang berencana datang ke Surabaya dalam waktu dekat. (PAR/nng)
