Jumlah Peserta Lomba Menulis Indah Aksara Jawa Penuhi Target.

Aksara

Rajapatni.com: SURABAYA – Dalam hitungan mundur pada H-4 (27/8/25) jumlah peserta lomba menulis indah aksara Jawa sudah lebih dari 90 peserta dari target 100 peserta. Dari jumlah peserta ini sangat didominasi oleh pelajar SMP dengan jumlah 65. Peserta SD dengan 6 peserta dan SMA/SMK dengan 19 peserta. Lomba ini akan digelar pada Minggu, 31 Agustus 2025. Mulai pk 08.00 hingga pk 12.00

Menulis aksara Jawa di kota modern Surabaya tergolong jenis kegiatan langka. Dengan target 100 peserta adalah langkah berani. Namun, dengan segala upaya dalam memperkenalkan lomba ini, akhirnya target peserta mengagetkan. Hampir 100 persen. Sudah melebihi 90 persen.

Sebagian list jumlah peserta. Foto: panitia

Pencapaian dari sisi keikutsertaan siswa ini tidak luput dari upaya panitia dalam memperkenalkan kepada sekolah sekolah (door to door) di sekitar tempat pelaksanaan, Masjid Kemayoran di Krembangan Surabaya.

“Kami mendatangi sekolah sekolah, menghubungi ketua MGMP SMP dan SMA/SMK, membuat konten, mengisi siaran radio RRI dan membuat pres rilis untuk media media, selain getok tular di group WA”, kata wakil ketua panitia Iwan Surya, yang juga Humas Pembangunan Masjid Kemayoran.

Target lomba adalah anak sekolah  karena lomba ini sarat dengan muatan sejarah lokal kota Surabaya, yang layak diketahui para siswa siswi. Target mengenalkan Masjid Kemayoran sama halnya dengan mengajak peserta mengenal dan belajar satu sistim pemerintahan Surabaya.

 

Masjid Kemayoran, Sejarah Surabaya.

Masjid Kemayoran adalah bukti pernah adanya tata ruang klasik Surabaya, yang pernah dipimpin oleh seorang bupati, yang sistem pemerintahannya masih berbentuk Kabupaten. Dalam prasasti masjid ada nama bupati Surapringga (Surabaya dulu), Raden Tumenggung Kramajayadirana. Selain itu Surabaya juga pernah dipimpin seorang Residen, yang wilayahnya lebih luas yang berbentuk Karesidenan yang kala itu mencakup kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang termasuk Kabupaten Gresik.

Masjid Kemayoran sendiri masuk dalam tata ruang klasik termasuk Kampung Kemayoran Kauman, Alun Alun dan rumah Bupati (Kabupaten), yang sekarang menjadi Kantor Pos Besar Surabaya. Ketika di kawasan ini pernah terdapat alun alun yang sejati, jangan sampai terkecoh dengan alun alun artifisial di daerah Simpang (Balai Pemuda), yang layak dinamakan alun alun Simpang.

Sayang kalau keberadaan alun alun Surabaya yang sejati menjadi kabur karena perkembangan pembangunan terkini, termasuk pembangunan dan penamaan “alun alun Surabaya” di daerah Balai Pemuda, Simpang.

Sebagian dari kutipan text aksara Jawa. Foto: panitia

Maka melalui lomba menulis indah aksara Jawa bukan hanya sekedar lomba, tapi juga belajar sejarah kota Surabaya. Lomba ini tidak hanya menarik perhatian siswa dari Surabaya, tetapi juga siswa dari luar daerah seperti Jombang dan Madiun.

Lomba ini akan menjadi pengalaman positif dan bernilai sehingga pihak Ta’mir Masjid berencana menjadikan lomba sebagai agenda tahunan yang edukatif.

 

Aksara Pegon

Sementara itu mitra kerja Ta’mir Masjid Kemayoran, Puri Aksara Rajapatni memikirkan untuk penyelenggaraan lanjutan dengan lomba menulis Aksara Pegon (Pego).

Aksara Pegon adalah aksara Arab, yang dimodifikasi untuk menulis bahasa Jawa, Sunda, dan Madura. Aksara ini merupakan hasil akulturasi budaya antara budaya Islam (huruf Arab) dengan budaya lokal Nusantara (bahasa Jawa, Sunda, dan Madura). Pegon juga dikenal sebagai “Arab Pegon” atau “Arab Gundul” karena tidak menggunakan tanda diakritik (harakat) seperti tulisan Arab pada umumnya.

Dari Masjid Kemayoran banyak yang bisa dipelajari selain belajar Agama Islam.

Lomba menulis indah aksara Jawa ini dinilai oleh juri yang tidak lain adalah pegiat pegiat dan guru yang mumpuni dalam aksara Jawa. Kelak, jika akan diadakan lomba menulis aksara Pegon, tentu akan melibatkan pegiat aksara Pegon atau yang mengerti Arab Pegon. Itulah keragaman budaya di Surabaya yang tercermin melalui Masjid Kemayoran. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *