Eks Kamp VOC di Kawasan Kota Tua Gresik.

Sejarah

Rajapatni.com: SURABAYA – Jalan Basuki Rahmat Gresik adalah jejak bersejarah peradaban Eropa di Kota Bandar itu. Jalan ini membujur lurus dari Barat ke Timur yang selanjutnya bertemu dengan jalan Pelabuhan Gresik.

Jl. Basuki Rahmat di Gresik, terletak di Kecamatan Gresik (Kelurahan Bedilan/Kebungson), adalah kawasan bersejarah yang kini dikenal sebagai Bandar Grissee. Jalan ini ikonik sebagai pusat kota tua, dekat dengan pelabuhan, dan menjadi kawasan cagar budaya yang kini hits, sering menjadi pusat keramaian di malam hari.

Ikon wisata Gresik. Foto: par

Di ujung Barat jalan Basuki Rahmat (persis di pojokan) diberi signage Badar Grissee yang menjadi ikon kawasan bersejarah ini. Spot ini sekaligus sebagai spot foto bahwa “Anda” berada di Gresik.

Kantor Pos Gresik di jalan Basuki Rahmat Gresik. Foto: par

Di ruas tengah jalan Basuki Rahmat sisi kiri masih berdiri bangunan yang digunakan sebagai Kantor Pos, yang dulunya adalah loji (kantor dagang) dan asrama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) pada masa kolonial Belanda. Bangunan bersejarah bergaya Indische Empire ini berfungsi sebagai pusat logistik dan tempat tinggal anggota VOC dekat pelabuhan sebelum dialihfungsikan.

Namun sayang bagian dari Asrama VOC yang berada persis di belakang Kantor Pos dengan alamat Jalan Basuki Rahmat Nomor 15,17,19, dan 21 dibongkar.

Padahal Asrama VOC sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Kabupaten telah ditetapkan oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Gresik, Tanggal 18 Desember 2017, Dokumen Nomor 432-3/014/TACB-Kab. Gresik/18/12/2017. Ini dokumen yang tidak terpisahkan dari Keputusan Bupati Gresik.

Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik. Foto: ist

Sementara di depan bangunan Kantor Pos adalah kediaman resmi Wakil Bupati Gresik, yang juga sama sama bagian dari unsur bangunan penting di kawasan Bandar Pelabuhan VOC.

Persis di belakang komplek bangunan kediaman bupati Gresik ini juga terselip bekas struktur tangsi dari era VOC di Gresik yang sebagian bangunannya juga sudah hilang. Entah tahun berapa dibongkar.

Gresik, atau dulu dikenal sebagai Bandar Grissee, adalah pusat perdagangan penting sejak abad ke-14 dan pintu masuk Islam di Jawa, yang berkembang menjadi bandar dagang VOC terkemuka pada awal abad ke-17. Kantor dagang VOC didirikan oleh Jacob van Heemskerck pada 1602 di kawasan ini, dan menjadi pusat logistik dan pemberitaan ke pedalaman.

Kawasan Kota Lama Gresik saat itu (Bandar Grissee) adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal besar dan gudang rempah-rempah VOC.

Sekarang kebesaran bandar Grissee tinggal kenangan yang tentu saja tidak boleh dilupakan oleh bergantinya zaman dan kepentingan. Warga Gresik baru saja diingatkan untuk menjaga warisan budayanya dengan dibongkarnya bekas asrama VOC yang berada di belakang Kantor Pos di Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik sebagai Bangunan Cagar Budaya peringkat Kabupaten.

Sebelumnya, kawasan kota tua Gresik memang dikenal sebagai peninggalan era kolonial yang penting, termasuk lokasi pabrik senjata (Bedilan) di era Daendels. (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *