Budaya Literasi
Rajapatni.com: SURABAYA – Sebuah terbitan di tabloid online Stichting Anak Mas, memuat peluncuran buku karya tulis Wieteke Van Dort (alm). Wieteke van Dort sendiri di masa hidupnya adalah duta untuk Yayasan Anak Mas, Belanda.

Dalam bukunya, “Bung Bèbèk dan Sang Putri”, bebek yang disebut “Bung Bèbèk” bertemu seorang putri, Dewi Melati yang cantik. Buku indah, yang ia tulis dan diterbitkan oleh Michiel Eduard bersama ilustrator Rik van den Burg dan Nicolien Beekhof, yang turut mendesain warna, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Michiel Eduard sendiri, yang sekaligus memberi nama-nama tokoh utamanya, dan ditransliterasi ke dalam aksara Jawa oleh Ita Surojoyo, sehingga karya Wieteke, Rik, dan Nicolien dapat diakses oleh anak-anak di Indonesia.
Buku ini istimewa karena ditulis dalam bahasa Belanda dengan huruf Latin dan bahasa Indonesia dalam huruf (aksara) Jawa.

Peluncuran buku Bung Bebek ini diadakan di Surabaya pada bulan November 2025, dengan berkolaborasi dengan berbagai organisasi —Yayasan Anak Mas, Yayasan Pertolongan, dan Puri Rajapatni, yang menjadikan acara ini terselenggara dengan baik. Acara ini juga menjadi penghormatan bagi Wieteke Van Dort, yang lahir di Surabaya.

Buku-buku ini dibagikan secara cuma cuma dan juga disumbangkan kepada anak-anak yatim piatu dari berbagai organisasi seperti Don Bosco di Surabaya dan Dorkas di Jakarta. Wieteke tetap sangat populer melalui lagu lagunya di Indonesia. Lagunya “Geef Mij Maar Nasi Goreng” masih diputar di seluruh penjuru Indonesia. Pada kesempatan peluncuran buku pada 7 November 2025, lagu populer “Geef Mij Maar Nasi Goreng” juga dilantunkan live oleh Celia Noreen and Her Band, sebuah Band retro dari Surabaya. (PAR/nng/SAM)
