Apalah Artinya Kebaya Diakui UNESCO Kalau Pemiliknya Enggan Mengenakan?

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Pembiasaan adalah kata kunci. (Habituation is the key word.) Utamanya pembiasaan dalam proses upaya pemajuan kebudayaan.

Pembiasaan ini dapat diartikan sebagai gagasan bahwa kebiasaan sehari-hari, tradisi, dan praktik yang diturunkan secara turun-temurun dapat memainkan peran sentral dalam menjaga dan mengembangkan suatu kebudayaan. Apalagi di Indonesia ada Undang Undang nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dalam bahasa pergaulan beberapa waktu silam, pembiasaan ini biasa disebut “ngusumke” ꧋ꦔꦸꦱꦸꦩ꧀ꦏꦺ꧉ yang dalam bahasa pergaulan modern, umum disebut trending.

Ngusumke warisan budaya bangsa adalah upaya pemajuan kebudayaan bangsa. Ini merupakan prinsip fundamental dalam pelestarian identitas dan jati diri suatu bangsa.

Kebaya lengkap dengan sanggul, ageman abdi dalem keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Foto: dok par

Dalam hal berbusana, Indonesia ini kaya akan karya wastra. Indonesia memang memiliki kekayaan wastra yang luar biasa, dengan beragam kain tradisional seperti batik, songket, tenun, ikat, ulos, dan masih banyak lagi, yang masing-masing berasal dari daerah dan budaya yang berbeda. Keragaman ini mencakup motif, teknik pembuatan, dan makna filosofis yang mendalam. Indonesia kaya.

Turis asing mengenakan budaya di Bali. Foto: ist

Itulah kebanggaan bangsa, yang kalau bukan generasi sekarang, siapa dan kapan lagi yang akan diperkenalkan (dikenakan). Di Bali, banyak turis asing, terpikat mengenakan pakaian tradisional yang sebagian besar alasannya adalah memberi rasa hormat, apresiasi budaya, dan keinginan untuk merasakan pengalaman lokal yang autentik.

Apakah generasi kita sendiri memiliki rasa itu? Semoga demikian atau kita akan tercerabut dari akar sendiri.

Kebaya dalam acara seni. Foto: dok par

Sekarang mengenakan busana atau pakaian tradisional Nusantara, misalnya kebaya, bisa dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu hari besar atau acara formal. Apalagi kebaya kini semakin fleksibel dan bisa disesuaikan dengan berbagai kesempatan.

Gaya Kasual misalnya dimana kebaya, yang sederhana bisa dipadukan dengan celana jeans, atau rok midi untuk tampilan santai namun tetap elegan.

Contoh lain adalah untuk kegiatan kantor dimana kebaya yang didesain minimalis dengan potongan modern dengan bahan yang nyaman dan warna netral serta dipadukan dengan rok span untuk business look, yang profesional, akan semakin menguatkan nuansa kantor.

Kebaya untuk aktivitas mengajar. Foto: dok par

Belum lagi ketika kebaya dikenakan untuk acara semi-formal misalnya untuk pesta ulang tahun, pameran seni, atau makan malam santai, kebaya dengan bahan brokat tipis dapat dipadukan dengan kain lilit atau sarung, bisa menjadi pilihan yang pas.

Ragam kebaya dalam satu kesempatan yang sama. Foto: dok par

Intinya adalah memilih bahan yang nyaman, potongan yang sesuai dengan aktivitas, dan memadukannya dengan item fesyen kontemporer. Dengan demikian, kebaya dapat menjadi bagian dari gaya pribadi sehari-hari yang unik dan membanggakan. Apalah artinya Kebaya yang telah diakui UNESCO kalau pemiliknya enggan mengenakan. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *