Ahli Waris Donkersloot Datangi Makam Moyangnya di Peneleh. 

Sejarah, Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Beberapa kuburan penting di Makam Eropa Peneleh Surabaya direnovasi pada tahun 2024 dengan dukungan dana dari pemerintah Kerajaan Belanda melalui RCE dengan tujuan untuk menjadi jembatan hubungan antara ahli waris di Belanda dengan Surabaya. Yaitu memudahkan ahli waris mengakses Makam Eropa Peneleh, minimal melalui penyediaan informasi mengenai makam. Terlebih bila ada anggota keluarga ahli waris yang ingin berziarah dan bahkan melakukan perbaikan makam nenek moyang mereka.

Lembaga donor itu adalah Cultural Heritage Agency of the Netherlands (dalam bahasa Belanda: Rijksdienst voor het Cultureel Erfgoed atau disingkat RCE) adalah lembaga pemerintah Belanda, yang bertanggung jawab atas pelestarian, pengelolaan, dan penelitian warisan budaya.

Wah hasil, Informasi renovasi pada tahun 2024 pun sampai ke beberapa kalangan di Belanda. Masuk tahun 2025 mulai ada pihak keluarga Belanda, yang bertanya tanya mengenai makam moyang mereka di Peneleh. Dengan begitu, maka tujuan renovasi mulai menuai hasil positif. Renovasi 2024 tidak hanya menghasilkan perbaikan fisik tetapi juga non fisik karena mampu menarik perhatian warga Belanda untuk datang ke Peneleh.

Salah satu dari ahli waris itu adalah keturunan Donkersloot. Permintaan ahli waris keluarga Donkersloot untuk pencarian lokasi makam sempat disampaikan ke mitranya di Surabaya, yang kebetulan bergabung dalam komunitas budaya Puri Aksara Rajapatni.

Michiel mampir ke makam Herman Van der Tuuk (peletak dasar linguistik). Foto; par

Atas bantuan pihak petugas makam, lantas dicarilah letak makam keluarga Donkersloot dan Herman Van der Tuuk (peletak dasar linguistik). Singkat cerita, makam makam itu diketemukan dengan nomor registrasi B 661 (Donkersloot). Hasil pencarian pun disampaikan ke pihak ahli waris di Belanda.

Mengetahui kondisi makam yang memprihatinkan, maka muncul inisiasi dari pihak ahli waris untuk memperbaiki. Permintaan perbaikan (renovasi) pun dilayangkan ke komunitas Puri Aksara Rajapatni sebagai perantara. Selanjutnya Puri Aksara Rajapatni bersurat ke pemerintah Kota Surabaya dengan nomor surat 042/PAR/IX/2025 tentang Permohonan Restorasi Makam Herman N. van der Tuuk di Pemakaman Eropa Peneleh.

 

Tengok Kuburan Leluhur

Pada Kamis siang (9/4/2026), ahli waris keluarga Donkersloot, Michiel Eduard Donkersloot, datang ke Makam Eropa Peneleh dengan didampingi Komunitas mitranya, Puri Aksara Rajapatni. Melihat secara langsung makam nenek moyangnya, Michiel Eduard Donkersloot, langsung berlutut di depan kuburan.

Michiel Eduard Donkersloot berlutut di depan makam leluhurnya. Foto: par

Pada kesempatan itu, Ia pun langsung menyampaikan ke petugas makam, yang kebetulan siang itu ada staf dari Disbudparpora, yang bernama Fahmi. Michiel Eduard mengatakan bahwa pihak keluarga mau memperbaiki kuburan keluarga agar dapatnya bisa difasilitasi.

Michiel bersama petugas makam dan staf Disbudporapar. Foto: par

Pesan Michiel ini langsung diterima oleh petugas makam dan sekaligus staf Disbudporapar, yang kebetulan siang itu tengah mendampingi dua tamu.

Jika memungkinkan saya akan kerjakan sendiri”, kata Michiel Eduard.

Kehadiran warga Belanda ini adalah wujud nyata dari kabar mengenai renovasi beberapa makam yang didanai oleh pemerintah Kerajaan Belanda melalui Rijksdienst voor het Cultureel Erfgoed atau disingkat RCE. Bukan tidak mungkin pengalaman ini akan berulang dengan ahli waris lainnya.

Terima kasih pemakaman ini ada yang urus”, pungkas Michiel Eduard Donkersloot.

Sebelum meninggalkan makam, Michiel sempat mampir ke makam peletak dasar linguistik, Herman Van der Tuuk. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *