Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Kampung Ampel Surabaya identik dengan sebutan Kampung Arab. Ini dikarenakan di kawasan Ampel, yang berdiri masjid peninggalan Sunan Ampel, salah satu dari Wali Songo, menjadi jujugan saudagar asal Arab di abad 19.
Kampung Arab memiliki sejarah panjang karena kawasan tersebut menjadi tempat tinggal dan pusat kegiatan komunitas Arab, khususnya yang berasal dari Hadramaut, Yaman. Komunitas ini menempati wilayah, yang sudah berdiri peradaban Islam dengan ditandai adanya Masjid Ampel.
Kawasan Ampel atau Kampung Ampel melengkapi keragaman etnis di lahan di antara dua sungai penting: Kalimas dan Pegirian. Di zamannya dua sungai ini menjadi sarana perhubungan penting, yang mendukung perkembangan Surabaya.
Pada era Sunan Ampel di abad 15, Sunan Ampel tidak hanya sebagai ulama tapi sekaligus pemimpin masyarakat (Umaroh) dan saudagar, yang berpengaruh di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya.
Pertanda Sunan Ampel berperan sebagai ulama terwujud dengan Masjid Ampel dan Pesantrennya, pemimpin masyarakat, Pandhita, yang tergambar melalui pesan prasasti yang tertulis di salah satu gapuranya “Kertining Pandhita Winayang ing Ratu”, yang artinya Perilaku atau perbuatan pemimpin (Pandhita) yang dibayangi/dipandu oleh raja (Ratu).

Kalimat ini melambangkan hubungan antara seorang pemimpin (pandhita) dengan pemegang kekuasaan (ratu), di mana tindakan pemimpin tersebut harus selaras, bijak dan tidak melampaui batas yang diatur oleh raja/pemimpin tertinggi.

Berikutnya pertanda komoditas dagang berupa rempah rempah yang disimbolkan pada relief pada badan gapura. Salah satunya adalah relief bergambar bunga dan daun cengkeh. Ada juga gambar bunga lawang. Hingga saat ini komoditas dagang rempah rempah masih menghiasi perdagangan dan bisnis di kawasan Ampel dan Pabean.

Memasuki bulan suci Ramadhan, kawasan Ampel menjadi jujugan para peziarah yang melakukan wisata religi Wali Limo atau Wali Songo. Mereka umumnya mengawali wisata religi ini dari Ampel sebagai wali tertua. Sebagai kelengkapan cinderamata, di lorong lorong kampung Ampel seperti Ampel Suci dan Ampel Masjid, aneka kurma dan pakaian ibadah serta oleh oleh khas Arab tersedia di tempat ini.

Mendatang pada hari hari dua puluhan, kawasan ini akan semakin ramai dan sibuk. Yang sudah terlihat sibuk di awal bulan puasa ini adalah aneka jajanan dan makanan.Ampel adalah tempat yang enak untuk ngabuburit. Jalan jalan cuci mata sambil menunggu berbuka puasa di masjid kuno. (PAR/nng)
