Sejarah
Rajapatni.com: SURABAYA – Kota Lama Surabaya menerima kunjungan dari rombongan siswa Sekolah Cikal Lebak Bulus, Jakarta pada Selasa siang (3/2/26). Ada sekitar 70 pelajar kelas 8 atau setingkat SMP kelas 2.
Sebelum menjelajah Kota Lama, mereka berkumpul di Museum Bank Indonesia, yang nama lamanya adalah De Javasche Bank. Di De Javasche Bank para peserta mendapat overview tentang Riwayat singkat De Javasche Bank dan Kota Lama, khususnya tentang zona Eropa. Zona Eropa adalah wilayah pemukiman warga Eropa seperti Belanda, Perancis, Inggris dan bahkan Jerman serta Armenia.

Tidak hanya etnis Eropa, di wilayah yang sama sebelumnya pernah tinggal warga pribumi seperti Jawa dan Madura. Untuk menandai dan memberi informasi tentang peradaban budaya lokal adalah dipasangnya banner lapak penjual makanan dan minuman yang beraksara Hanacaraka (Carakan) oleh komunitas budaya Aksara Jawa, Puri Aksara Rajapatni.
Acara ini berlangsung interaktif karena setiap siswa dilengkapi dengan buku panduan pengenalan tentang Kota Lama Surabaya. Selain mendengarkan story telling dari Komunitas Puri Aksara Rajapatni, mereka juga bertanya terkait narasi, yang disajikan oleh Puri Aksara Rajapatni dan berdasarkan text dari buku panduan manual.
Sekitar satu jam selesai, rombongan siswa ini dibagi dalam tiga kelompok untuk menjelajah kota lama Surabaya. Karena cuaca kurang baik, hujan, walking track ini digantikan dengan sightseeing.
Menurut tour leader dari agen operator tour, Linda, materi wisata yang disajikan sampai ke para peserta.

“Materinya nyampai ke anak anak karena juga dilengkapi dengan city tour pakai bus sebagai pengganti walking”, kata Tour Leader Linda dari RR Brother Yogya.
Kunjungan wisata sejarah dari Sekolah Cikal Lebak Bulus Jakarta ini menunjukkan pentingnya heritage sebagai Object pembelajaran. Dalam kunjungan lapangan itu, mereka dipandu oleh pemandu wisata Arif, Bagus dan Munadi. (PAR/nng)
