Museum Bahari Jakarta Peranmu Kini

Sejarah Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Halaman atau jalan, yang melintas di depan Museum Bahari Jakarta, telah berubah dan terlihat rapi kembali sebagaimana bentuk asli seperti keadaan di era VOC. Museum Bahari dulunya adalah gudang Rempah Rempah VOC sebelum dikapalkan dan dibawa ke Belanda.

Museum Bahari Jakarta dengan perannya kini. Foto: nng

Museum Bahari ini bersebelahan dengan menara Syahbandar, yang jika memandang ke Utara dari menara Syahbandar, akan terlihat kawasan pelabuhan Sunda Kelapa. Persis di depan gudang VOC (sekarang Museum Bahari) adalah kanal, yang terhubung dengan pelabuhan Sunda Kelapa.

Pos penjagaan gudang Rempah dengan kanal di depannya. Foto: nng

Di kanal inilah aktivitas dan hilir mudik kapal kapal VOC kala itu dengan barang dagangan rempah rempah. Kapal kapal menurunkan rempah rempah dan digudangkan di gudang ini dan menaikkan rempah rempah untuk dikirim ke daerah tujuan, termasuk ke Belanda. Di Belanda sendiri ada Museum VOC yang ruangnya berupa kapal replica VOC 1 berbanding 1 yang bersebelahan dengan Museum Nasional Maritim di kota Amsterdam. Isinya gambaran tentang Hindia Belanda termasuk barang rempah rempah dan suasana Kapal VOC.

Manekin pelaut asing yang singgah di Batavia. Foto: ton

Sekarang setelah gedung bekas gudang Rempah rempah itu direnovasi karena kebakaran pada Januari 1018 dan lingkungannya dibersihkan dan ditata, sekarang gudang itu bersih dari stan stan penjual peralatan kapal dan alat penangkap ikan di sekitar bangunan gudang telah tiada dan kembali berubah berupa kanal. Sekarang sudah terlihat rapi dan bersih menjadi destinasi wisata bahari,ee yang layak dikunjungi dan telah menjadi ikon Jakarta dan negara bahari.

Perahu dari Jayapura. Foto: ton

Di dalamnya gedung gudang itu tertampilkan miniatur beragam perahu perahu Nusantara dan persenjataan meriam dalam berbagai ukuran serta manekin orang orang penjelajah dunia, yang sempat mampir ke Nusantara.

Ruang gudang Rempah menjadi showcase artefak. Foto: ton

Selain artefak bergerak, gudang gudang Rempah itu secara langsung menjadi artefak in situ tidak bergerak yang dibangun di abad 18. Ada yang dibangun pada 1719, Ada pula dari tahun 1773, 1774 dan bahkan 1696. Sehari di gedang rempah rempah VOC terasa masuk di lorong waktu.

Gudang yang dibangun pada 1719. Foto: nng

Apalagi selama di Museum Bahari dalam acara “Networking Event”, hadir memberi presentasi adalah seniman dari Belanda Vincent Ruijters yang sedang mempersiapkan pameran kebaharian dengan judul “Crimson Guilt”, yang akan dibuka mulai 7 Februari – 7 Maret 2026. Pameran ini akan menampilkan dan menggali perspektif Indonesia dan Belanda terhadap VOC.

Acara꦳peluncuran Musee ID di museum Bahari Jakarta. Foto: nng

Pameran ini merupakan bentuk kolaborasi antara museum Bahari dengan masyarakat dalam upaya edukasi terkait dengan peran museum. (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *