Menjaga & Melestarikan Nama “Ampel Denta”.  Mengapa?

Sejarah

Rajapatni.com: SURABAYA – Apalah artinya sebuah nama? Apapun itu, nama adalah sebuah identitas, yang tentunya bisa membedakan sesuatu yang satu dari lainnya.

Nama memang memiliki peran fundamental sebagai sebuah identitas. Meskipun secara filosofis, menurut William Shakespeare yang pernah berujar “Apalah artinya sebuah nama? Mawar akan tetap berbau harum, walau dinamai dengan nama lain”.

Jalan Ampel Suci masih sepi pedagang. Foto: ist

Namun dalam kehidupan nyata, nama adalah penanda penting untuk sejarah dan budaya. Sebuah nama seringkali membawa makna, pesan, sejarah, dan warisan budaya yang mendalam. Selain itu nama juga untuk identifikasi. Mengidentifikasi melalui nama memungkinkan untuk merujuk secara spesifik pada individu, objek, tempat, atau konsep tertentu.

Gapura Munggah di mulut jalan Ampel Suci. Foto: ist

Dulu, pernah ada nama “Ampel Denta”. Yaitu nama kuno untuk wilayah dimana Sunan Ampel menyebarkan dan memperkenalkan Islam melalui pondok pesantren dan masjid Agung Ampel pada pertengahan abad 15 M.

Ketika di daerah Ampel Denta itu berkembang nama nama Ampel yang variatif, justru nama Ampel Denta nya lenyap. Tidak ada nama kampung di kelurahan Ampel, yang bernama Ampel Denta. Tidak adanya kampung yang bernama Ampel Denta ini juga diakui oleh Lurah Ampel Mochamad Imzak, S.Sos.

Jalan Ampel Suci sisi Utara. Foto: ist

“Tidak ada Pak, kecuali nama radio komunitas di lingkungan Masjid”, jelas Lurah Imzak singkat.

Sesungguhnya nama Ampel Denta adalah sejarah Surabaya penting karena sejarah itu beresonansi tidak hanya seantero Nusantara tetapi juga menembus Mancanegara. Dampaknya, tingkat kunjungan wisatawan dan peziarah mencapai jutaan pengunjung.

Pengunjung dan peziarah jadi satu. Foto: ist

Jutaan pengunjung ini perlu mendapat layanan yang baik, minimal layanan informasi tentang Ampel itu sendiri. Jadi, selain beribadah dan berziarah, pengunjung bisa mendapat nilai tambah selain belanja dan wisata kuliner.

Jangan sampai justru semakin banyaknya pengunjung ke Ampel, justru nama Ampel Denta menjadi seperti sebuah jarum dalam tumpukan jerami.

Menara tampak di luar bangunan masjid. Foto: ist

Karenanya dibutuhkan penyediaan informasi yang memadai tentang sejarah Ampel

agar dapat menambah pengetahuan pengunjung terhadap sejarah dan warisan budaya Ampel, termasuk riwayat peradaban Ampel Denta.

Gapura Munggah. Foto: ist

Penataan tata ruang tidak kalah pentingnya sebagai sarana edukasi pengunjung. Misalnya terkait dengan pembangunan infrastruktur pariwisata Museum untuk menjaga warisan budaya. Sejarah Ampel Denta itu bisa berupa benda (tangible) dan tidak bendawi (intangible).

Upaya ini termasuk menjaga dan melestarikan nama “Ampel Denta” sebagai cikal bakal kampung Ampel di wilayah kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, Surabaya. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *