Sungai Manyar Gresik Jejak Alur Pelabuhan Kuno Dan Masyarakat Islam.

Sejarah Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Secara umum telah dikenal bahwa pada abad-abad 11 sampai 15 M adalah era kerajaan kerajaan Hindu-Budha di Nusantara. Hindu-Budha memang mendominasi berbagai kerajaan besar seperti Sriwijaya, Kahuripan, Panjalu, Singasari hingga Majapahit.

 

Masyarakat Islam

Namun diantara kebesaran kerajaan kerajaan Hindu Budha itu, peradaban Islam ternyata sudah mulai terselip dan itu diantaranya ada di Jawa Timur. Keberadaannya diketahui persis di Desa Leran kabupaten Gresik, sekitar 23 kilometer di barat laut kota Surabaya.

Jarak Leran – Surabaya. Foto: google

Bukti dan fakta ini menunjukkan bahwa kawasan itu telah dihuni oleh masyarakat, yang beragama Islam, tepatnya pada abad 11. Leran adalah kawasan pesisir utara Jawa. Kawasan ini menunjukkan adanya pusat perdagangan maritim, yang strategis dan sekaligus memfasilitasi interaksi antara pedagang lokal dan pedagang Muslim dari berbagai negara (seperti Persia dan Gujarat), yang membawa serta ajaran agama mereka. Yakni Islam.

Awal masuknya Islam di Sumatra. Foto: google

Sementara itu di Sumatera, Islam juga sudah mulai masuk yang jauh lebih awal pada abad 7, terutama melalui jalur perdagangan di pesisir barat Sumatera seperti Barus. Ini dapat dibuktikan dengan catatan Tiongkok, penemuan artefak (koin Dinasti Umayyah), dan makam kuno seperti Makam Mahligai, yang menunjukkan adanya komunitas Muslim Arab di sana.

Barus di pantai Barat Sumatera. Foto: google

Sementara itu, Makam Siti Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, Jawa Timur, secara luas telah diakui sebagai bukti peradaban Islam paling tua di Jawa dengan bukti batu nisannya yang bertarikh 475 H (1082 M). Ini menunjukkan adanya kehadiran Islam di Jawa, yang jauh lebih awal dari perkiraan, dan sekaligus menjadikannya situs sejarah penting yang membuktikan penyebaran Islam lewat jalur perdagangan dan interaksi budaya pada abad ke-11.

 

Lokasi Leran

Jembatan Manyar di atas sungai Manyar Gresik. Foto: dok pupr

Secara alamiah bahwa Desa Leran ini berada di dekat muara sungai Manyar, yang juga tidak jauh dari Bengawan Solo di Utaranya. Sungai Manyar sendiri merupakan bagian dari sistem perairan, yang menjadikan Gresik sebagai pelabuhan strategis sejak masa Hindu-Buddha hingga berkembang pesat di era Islam, yang sekaligus memfasilitasi perdagangan dan mobilitas masyarakat.

Leran di dekat sungai Manyar. Foto: google

Tidak salah bahwa di Desa Leran ini terdapat beberapa penemuan arkeologi, yang terkait dengan jejak jejak pelabuhan kuno seperti struktur trap berundak dan tiang tiang pancang bekas struktur pelabuhan kuno yang tidak jauh dari sungai Manyar.

Semua data arkeologis itu menjadi jejak penting, yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk tujuan tujuan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, budaya dan pariwisata. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *