Amersfoort – Soerabaia Dua Kota Bertembok.

Sejarah Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Kawasan Kota Lama Surabaya khususnya zona Eropa (Belanda) memang dibuat sebagai kota kota di Eropa. Zona Eropa ini mulai ditata pada pertengahan abad 17 ( Asia Maior: Soerabaja 1900-1950).

Kala itu diawali dengan pendirian sebuah Trading Post atau pos jaga yang difungsikan untuk kepentingan dagang VOC. Letaknya persis di bagian pojok tenggara bangunan Jembatan Merah Plaza. Namanya Providentia.

Seiring dengan berjalannya waktu, perubahan dan perkembangan pun terjadi. Komunitas Eropa bertambah banyak dan didirikan kawasan permukiman (kota) di selatan Providentia. Sementara Trading Post nya berubah fungsi menjadi sebuah benteng pertahanan yang lengkap dengan barak militer dan gudang amunisi.

Komplek pemukiman (kota), Stad Van Soerabaia semakin kelihatan wujudnya pada pertengahan abad 18, dimana wilayah kotanya dibatasi dengan tembok kota dan jadilah Stad Van Soerabaia sebagai walled town (kota bertembok).

Konstruksi walled town of Soerabaia ini akhirnya serupa seperti kota tua Amersfoort, kira kira 52,5 km dari Tenggara Amsterdam.

 

Kota Bertembok

Amersfoort memang dulu pernah dikelilingi tembok kota, seperti banyak kota pada abad pertengahan lainnya di Belanda. Namun tembok tersebut sudah tidak ada lagi sekarang. Yang tersisa dari sistem pertahanan kota kuno itu adalah parit, yang mengelilingi pusat kota tua (yang kini berfungsi sebagai kanal dan ruang terbuka) dan beberapa sisa-sisa gerbang, terutama gerbang terkenal bernama Koppelpoort.

Kota Amersfoort tidak dibangun pada tahun tertentu, tetapi akarnya berasal dari pemukiman kuno sekitar tahun 1000 SM, dengan nama “Amersfoort”.

Amersfoort pertama kali muncul pada abad ke-11 sebagai nama penyeberangan di Sungai Eem, dan berkembang menjadi kota abad pertengahan dengan banyak bangunan bersejarah dan jalan-jalan kuno yang masih ada hingga kini.

Parit kuno masih tampah membujur di sebelah kiri gereja. Foto: ist

Kini, yang menjadi dan menjaga luasan kota kuno Amersfoort, adalah parit yang masih tampak melingkari kota. Parit kuno ini adalah bagian dari sistem pertahanan alami masa lalu.

Tampak parit kuno mengintari kota kuno Amersfoort. Foto: ist

Surabaya pada masa lalu juga pernah dilindungi dengan sistem pertahanan parit, selain tembok. Kini temboknya sudah dibongkar dan menyisakan sebagian konstruksi tembok yang berada di jalan Krembangan Timur. Tembok ini lengkap dengan sebuah pintu yang berkusen dan pondasi tembok yang lebarnya hampir satu meter. Tidak banyak pihak menyadari keberadaan struktur kuno ini.

 

Koppelpoort

Penulis di gerbang kota Amersfoort. Foto: dok pri

Sementara di Amersfoort juga tidak ada lagi konstruksi tembok. Yang tersisa dari tembok pertahanan adalah gerbang Kopplepoort. Melihat kondisi gerbangnya yang megah, bisa dibayangkan keberadaan tembok yang melingkari kota sebagai sistem pertahanan kala itu.

Koppelpoort adalah gerbang yang berfungsi sekaligus sebagai gerbang darat dan air. Gerbang ini dibangun sekitar tahun 1425, dan menjadi keajaiban abad pertengahan. Karya ini bukan hanya mahakarya arsitektur tetapi juga simbol kecerdasan Amersfoort. Gerbang ini merupakan bagian dari benteng kota dan tetap terjaga dengan sempurna.

Gerbang ini mengawasi dua jalur darat dan air. Foto: ist

Surabaya kota lama juga pernah memiliki gerbang kota yang fungsinya mengawasi alur lalu lintas air (sungai Kalimas) dan darat. Gerbang ini sekarang menjadi bangunan kantor notaris.

 

Onze Lieve Vrouwetoren

Landmark lainnya dari kota kuno Amersfoort adalah Gereja Onze Lieve Vrouwetoren (Menara Bunda Maria). Dengan ketinggian 98 meter, menara ini merupakan salah satu menara abad pertengahan tertinggi di Belanda.

Gereja bermenara Amersfoort. Foto: ist

Namun, ada hal menarik di balik gereja ini. Yaitu pada 1444 sebuah patung Bunda Maria ditemukan di parit kota dan diyakini memiliki kekuatan magis. Lalu banyak peziarah datang berbondong-bondong ke Amersfoort, dan memberikan sumbangan untuk pembangunan struktur megah gereja ini. Saat ini ada 346 anak tangga untuk menikmati pemandangan kota Amersfoort. (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *