Pengakuan Kebaya oleh UNESCO Warnai Hari Ibu Nasional.

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Persis setahun yang lalu, 4 Desember 2024, Kebaya diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Di Indonesia, pengakuan itu masuk pada bulan, dimana akan diperingati Hari Ibu Nasional pada 22 Desember.

Kebaya warisan budaya dunia tak benda. Foto: ist

Tentu saja peringatan Hari Ibu Nasional akan semakin beridentitas dengan penampilan fisik para ibu ibu (perempuan) Indonesia dalam balutan kebaya. Penampilan fisik dengan kebaya ini menambah kebanggaan dan keanggunan perempuan Indonesia. Kebaya menjadi identitas bangsa Indonesia dan karenanya harus bangga berkebaya yang tidak hanya dikenakan dalam berbagai kesempatan di dalam negeri, tapi juga dalam suatu kesempatan di mancanegara.

Kebaya melenggak lenggok di Eropa. Foto: IS

Nany Wijaya, CEO Tabloid Nyata berkabar betapa kagetnya dan sekaligus bangganya ketika pagi pagi nonton film Netflix (4/12/25) dimana salah seorang pemainnya mengenakan kebaya.

“Kaget tapi bangga pagi pagi nonton serial baru (2025) Netflix, Talamasca. Eh, pelayan kepercayaan salah seorang tokohnya pakai kebaya. Kebaya yang bisa kita beli di mana pun. Mulai di Batik Keris, Danarhadi sampai ITC dan Pasar Atum”, begitu ungkap Nani Wijaya melalui pesan WhatsApp.

Tampak seorang perempuan berkebaya dan bersanggul membelakangi kamera. Foto: ist

Talamasca ini sebuah film tentang Immortal Universe, yang mengawasi hal-hal supernatural, termasuk vampir dan penyihir. Film ini berlatar belakang (setting) di Manchester, Inggris (Eropa), namun dalam cerita itu muncul seorang perempuan yang berbusana kebaya dan bersanggul. Patutlah merasa bangga melihat film itu karena kebaya adalah identitas bangsa Indonesia, meskipun kebaya tidak hanya Indonesia saja yang memiliki.

Pengakuan UNESCO mengenai kebaya pada 4 Desember 2024 sesungguhnya melalui proses nominasi bersama oleh lima negara Asia Tenggara: Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Jadi kebaya bukan hak kekayaan intelektual negara tertentu, tetapi secara kolektif bertujuan untuk mempromosikan keberagaman budaya dan dialog antar komunitas (negara).

Di antara ragam kebaya itu, kebaya Indonesia (Jawa) memang memiliki corak dan gaya. Ciri khas kebaya Jawa antara lain potongan sederhana dan kerah berbentuk V, terbuat dari bahan seperti sutra, beludru, brokat dengan bordiran halus, serta kain bercorak yang sering dipadukan dengan kain batik dan aksesoris seperti bros.

Dengan kebaya sebagai identitas bangsa, kebaya bisa bicara dari mana bila bersanding dengan busana busana perempuan dunia lainnya. Misalnya dari foto di bawah ini, busana mana yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Busana manakah yang dari Indonesia? Foto: IS

Memasuki tahun pertama ini (2025) dan seiring dengan peringatan Hari Ibu Nasional pada 22 Desember 2025, adalah momen memadukan antara kedua tonggak penting itu. Jika bukan perempuan Indonesia yang merayakan Hari Ibu Nasional, siapa lagi yang memaknai Hari Ibu dan Hari Kebaya. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *